![]() |
| Ketgam : HMI Cabang Kendari saat menggelar Aksi damai "Menagih Janji Jokowi-JK" di perempatan Eks. MTQ Square, Jum'at (21/10). |
teropongsultra.com - Kendari. Puluhan Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari menggelar aksi damai "Menagih Janji Jokowi-JK" hari ini, Jum'at (21/10). Mereka menilai bahwa kinerja Presiden dan wakil presiden Jokowi-JK selama dua tahun memimpin bangsa ini telah jauh bergeser dari program Nawacita dan revolusi mental yang menjadi tagline saat kampanye pilpres 2014 lalu.
Sehari sebelumnya (20/10) ratusan kader HMI dibawah komando PB HMI dan kelompok cipayung plus dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia Menggugat menggelar aksi didepan istana presiden dengan grand issue Evaluasi 2 Tahun kinerja Jokowi-JK. Pengurus Besar HMI (PB HMI) beberapa hari sebelumnya telah menginstruksikan seluruh cabang untuk melakukan aksi damai 2 tahun kinerja Jokowi-JK.
Menidaklanjuti hal tersebut Koordniator Lapangan Ahmad Saleh, mengatakan bahwa selama 2 tahun pemerintahan Jokowi-JK dapat dipastikan gagal dalam program nawacita dan revolusi mentalnya. Sebab pemerintah saat ini hanya fokus pada pencitraan belaka dan mengabaikan kesenjangan yang menimpah bangsa ini terutama rakyat miskin.
"Hasil kajian kami dalam mengevaluasi 2 Tahun kinerja Jokowi-JK, Pemerintah saat ini hanya mampu melakukan tipu muslihat terhadap kesenjangan bangsa dengan cara propaganda pencitraan melalui media. Sehingga yang terjadi Masyarakat dinina-bobokan dengan tindakan konyol yang seharusnya tidak diurusi oleh Presiden". Tegasnya.
Lebih lanjut, Saleh menyesalkan arah pembangunan nasional selama dua tahun memimpin negeri ini masih jauh seperti yang didengungkan oleh Jokowi-JK saat kampanye. Pembangunan nasional tidak melalui masterplan yang tepat sehingga beberapa kali harus menggodok ulang APBN adalah bukti ketidaksiapan mereka memimpin bangsa ini.
"Masyarakat dapat melihat pembangunan nasional selama 2 tahun menyimpang dan salah prosedur, pembangunan yang tidak merata dan dilakukan dengan menggunakan hutang." ungkap Saleh dalam orasinya.
Ketua umum HMI Cabang Kendari Muhamad Ikram Pelesa, melalui via telephone menambahkan bahwa beberapa point yang menjadi soroton HMI cabang kendari dalam 2 tahun Jokowi-JK memimpin bangsa ini diantaranya: Pembangunan Infrastruktur, Peningkatan kualitas Pendidikan/SDM, Pengelolaan SDA, Kekuatan ekonomi, Persoalan agraria dsb.
"Selain ketidaksesuaian dengan prisip good governance dan komitmen janji saat kampanye, tentunya ada beberapa point hasil kajian kami menyoal 2 tahun perjalanan pemerintahan Jokowi-JK yang mesti disampaikan kepada rakyat indonesia diantaranya, Pembangunan Nasional yang belum memadai, Kedaulatan Pangan dan Perdagangan Internasional yang belum terwujud dengan baik, BUMN dan Keuangan Negara yang kurang tepat sasaran Kemandirian Energi dan Lingkungan Hidup yang tidak mengindahkan aspek lingkungan, Pertahanan dan Keamanan yang lemah, Pendidikan dan SDM dengan kwalitas rendah, Agama,Sosial, dan Budaya yang dijadikan komoditas politik. Kemiskinan yang belum bisa diatasi, Hukum yang tebang pilih, Ekonomi yang semakin melambat, Agraria yang penggunaan tidak adil", Tutupnya. (TIM/TS02)

Post a Comment