Teropong sultra . Com : BUTON – Dua Anggota TNI dan Polri ini patut diacungi.Karena selain menjalankan tugasnya sebagai abdi negara yaitu menjaga keamanan dan ketertiban dimasyarakat,dua institusi berbeda ini justru meluangkan waktunya untuk memberantas buta aksara atau buta huruf di tiga desa yang menjadi wilayah tugasnya, masing-masing Desa Holimombo,Desa Koholimombona, dan Desa Bajo Bahari Kecamatan Wabula.
Terkait hal itu,saat ditemui di Desa Bajo Bahari, Selasa (6/9/2016), salah seorang Anggota Polsek Pasarwajo yang bertugas sebagai Babhinkamtibmas pada ketiga desa tersebut, Brigadir Almuhalid, mengatakan,salah satu motivasi dirinya bersama Anggota TNI 1413 Buton, Kopral Satu (Kopsu), Sutardi yang juga bertugas di desa itu adalah sangat prihatin dengan kondisi masyarakat setempat yang mayoritas buta huruf.
"Pada dasarnya kami sangat prihatin ketika mengetahui masyarakat pada tiga desa ini masih sangat banyak yang buta huruf, sehingga kami berdua berinisiatif mendirikan perpustakaan keliling,"katanya.
Diwaktu yang sama, Sutardi juga mengatakan, perpustakaan keliling yang mereka dirikan bertujuan agar memberikan pelajaran kepada masyarakat khususnya anak-anak yang belum tau membaca.Mengingat mereka (anak-anak red) merupakan salah satu generasi penerus bangsa yang harus diperhatikan.
"Perpustakaan keliling ini baru sekitar dua minggu kami dirikan,dan alhamdulillah sampai saat ini berjalan lancar,"ceritanya.
Perpustakaan keliling yang dimaksud lanjut, Sutardi yaitu mendatangi masyarakat di tiga desa tersebut dengan cara membawa buku-buku bacaan yang disimpan dalam sebuah tas ransel sambil berboncengan menggunakan kendaraan bermotor.
"Ya sekitar jam 4 sore itu, kami berdua saling berboncengan mengunjungi masyarakat di tiga desa itu sambil kita bawa buku-buku bacaan dan pelajaran yang kami isi dalam tas ransel,"jelasnya.
"Memang awalnya anak-anak itu mereka takut lihat kami berdua, tapi kami punya cara lain untuk merayu mereka supaya mau belajar, caranya itu kita belikan dan bagikan mereka susu-susu kecil, akhirnya mereka mau juga untuk belajar,"sambungnya.
Kedua aparat keamanan tersebut, mengaku saat ini pihaknya sangat kekurangan buku dan mengharapkan ada bantuan buku dari semua lapisan elemen masyarakat, baik itu pemerintah maupun relawan sehingga perpustakaan keliling yang mereka dirikan bisa lebih maksimal demi memberantas buta aksara diketiga desa tersebut.
"Seperti yang kita lihat sendiri, buku-buku yang ada ini baru sekitar puluhan saja, tentu kami berharap ada relawan yang mau memberikan bantuan buku,"kata mereka berharap.
Kedua Anggota tersebut mengaku, saat ini jadwal perpustakaan keliling yang mereka lakukan minimal dalam satu minggu dilaksanakan tiga kali yang digilir per desanya.Sehingga masyarakat atau anak-anak yang mereka ajar tidak merasa jenuh atau bosan.
"Kita jugakan sesuaikan dengan waktu kami, tapi minimal kita laksanakan itu tiga kali dalam satu minggu, supaya anak-anak juga tidak cepat jenuh dan bosan,"ucapnya.
Sementara itu,Kepala Desa Bahari,Si Nusir mengatakan, sangat terbantu dengan adanya perpustakaan keliling yang didirikan kedua Anggota dari institusi berbeda tersebut ,karena dengan begitu, masyarakatnya sudah mulai mengikuti belajar membaca.
"Jujur dengan adanya perpustakaan keliling ini, saya selaku kepala desa dan pribadi sangat berterima kasih kepada bapak-bapak ini, dan yang pasti kegiatan ini akan kami dukung,"ucapnya sambil melirik kedua Anggota TNI dan Polri itu.
Hal senada juga dikatakan,Kepala Desa Koholimombono, La Amiri,mengaku masyarakatnya sangat antusias dengan adanya perpustakaan keliling tersebut.Sehingga kedepan ia berharap, hal ini akan terus berlanjut sehingga dapat memberantas buta huruf dimasyarakat.
"Harapan kita tentu dengan adanya perpustakaan keliling ini bisa memberantas buta huruf dimasyarakat, dan ini tentunya kedepan bisa terus [ AL ]

Post a Comment