![]() |
| Haerul Saleh Anggota DPR RI |
TEROPONGSULTRA. COM : KENDARI - Nampaknya permasalahan Tenaga Kerja Asing (TKA) terus menggurita bangsa ini. Parahnya lagi, sebagian pihak menilai bahwa kehadiran para TKA tersebut mulai mengancam keberadaan tenaga kerja lokal. Apabila sudah seperti itu, maka bisa dipastikan warga Indonesia hanya bisa gigit jari.
Salah satu Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Sulawesi Tenggara (Sultra), Haerul Saleh mengatakan, TKA telah menjadi masalah serius di bumi anoa. Sebab, keberadaan mereka dapat mengancam hak-hak warga negara, untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
“TKA merupakan ancaman yang serius buat masyarakat, bukan hanya masyarakat Sultra tetapi masyarakat secara nasional," kata pria yang akrab disapa Aco.
Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, keberadaan TKA yang pada umumnya berasal dari Tiongkok, dapat memberikan pengaruh negatif terhadap budaya dan sosial Sultra.
"Karena sudah bukan lagi rahasia umum, bahwa TKA hampir semua mengisi pekerjaan-pekerjaan pada berbagai perusahaan investor Cina," jelas Aco.
Ditambahkannya, jika diamati sudah hampir semua pekerjaan, bahkan tukang sapu pun diisi oleh mereka. Dan ini merupakan fakta yang miris, bukan hanya di Sultra namun ini juga terjadi di Morowali.
"Dan, teman-teman juga di daerah Jawa kurang lebih sama,” ujar mantan Cawagub ini.
Menurut Aco, keberadaan TKA pada perusahaan-perusahaan asing tersebut telah melanggar undang-undang. Karena perusahaan boleh mempekerjakan TKA selama tenaga yang dibutuhkan itu tidak terdapat di daerah setempat.
“Misalnya tenaga yang betul-betul mempunyai skill tidak ada di negara kita atau di daerah kita, mereka boleh mendatangkan TKA. Itu pun kalau mereka datang, tidak serta merta langsung masuk tetapi harus diverifikasi oleh Kementerian Tenaga Kerja,” pungkas Aco.(awan)

Post a Comment