TEROPONGSULTRA.COM, KENDARI – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan monitoring dan deteksi dini terhadap kemungkinan hal-hal yang dapat mengancam kelancaran proses Pilkada serentak 2017 yang akan diselenggarakan tanggal 15 Februari, secara serentak di Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tenggara (Sultra)
Hal itu disampaikan Danrem 143/HO Kendari, Kolonel Inf Andi Perdana Kahar, untuk menjaga kondisi agar tetap dalam keadaan aman dan kondusif, TNI di Sultra mengerahkan kurang lebih 1.000 personil untuk melakukan monitoring dan deteksi dini terhadap kemungkinan hal-hal yang dapat mengancam kelancaran proses Pilkada tersebut, dengan melakukan pemantauan
”Jadi jangan lihat jumlah seribunya tetapi setiap hari para Babinsa kita di sejumlah tempat atau hampir di semua tempat itu melakuan pembinaan," terangnya, Minggu (12/2/2017)
Dia melanjutkan, peran Babinsa disejumlah tempat melakukan pembinaan teritorial yang sudah berjalan, selain itu juga, sebagai mata dan telinga untuk menangkap apa yang terjadi di wilayah tersebut.
"Selain itu juga, pihaknya telah melakukan langkah-langkah prefentif dalam pengawalan berjalannya Pilkada serentak 2017," ungkapnya
Masih kata dia, seluruh daerah yang menyelenggarakan Pilkada serentak di Sultra, pihaknya yakin bahwa seluruh daerah masih dalam kondisi kondusif.
“Kita sudah lakukan langkah-langkah prefentif diantaranya adalah para Babinsa kita lakukan pemantauan, kemudian juga sekitar 1.874 tempat di desa yang dijadikan sebagi tempat pemilihan nantinya kita yakinkan pada wilayah ini semua dalam kondisi aman," paparnya.
Dia menambahkan, pantauan TNI kondisi keamanan di Sultra dalam keadaan kondusif. diharapkan dapat berjalan aman dan kondusif. Secara umum kondisi cukup kondusif, yakin bahwa menjelang pelaksanaan pemilihan pada tanggal 15 tentu diharapakan kondisi yang sudah kondusif ini tetap dijaga. (Ry)

Post a Comment