ISTERI KADES TONDOWATU TUDING
WARTAWAN HIDUP DENGAN UANG HARAM
Konut,Teropong
Sultra.
Irawati seorang
isteri Kepala Desa Tondowatu, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara harusnya
member contoh yang terbaik di masyarakat atau dimata publik, sebab bagaimanapun
jabatan Kepala Desa merupakan urutan keempat jabatan politik presiden, namun
apa yang diperagakan tidak mencerminkan istri seorang pemimpin.
Pasalnya pada
hari senin tanggal 2 mei 2016 telah terjadi antrian mobil dum track pengangkut
bahan material yang diperuntukkan pembangunan proyek embung yang bertempat di
Desa Tondowatu dengan menggunakan anggaran APBN murni, sehingga SM (Nama
Samaran) seorang jurnalis dari salah satu media nasional yang juga warga
setempat hendak mengetahui penyebab antrian mobil tersebut, yang ternyata hanya
kesalapahaman antara pengurus material dengan pemasok bahan material sehingga
terjadi kemacetan.
Dihadapan warga
yang menyaksikan antrian mobil tiba-tiba Irawati isteri Kepala Desa Tondowatu
menyerang SM dengan kalimat yang tidak menyenangkan dihadapan publik “ apa
liat-liat saya selama ini kamu tidak hargai suami saya sebagai Kepala Desa,
kamu pendatang, penipu, wartawan makan uang haram, “ kata-kata yang dilontarkan
Irawati didepan umum membuat masyarakat yang ada saat kejadian sempat tercengan
dan bingung termasuk SM selaku wartawan, tanpa ada sebab melontarkan kata-kata
yang tidak menyenangkan, sehingga SM kesal dan balik mempertanyakan apa yang
ditudingkan padanya “ saya memang pendatang, tapi tolong tunjukkan siapa yang
saya tipu ?, dan uang haram mana yang saya makan selama ini ? “.
Ibu Irawati
tidak mampu menjawab serta tidak mampu membuktikan kata-kata yang dilontarkan
di depan publik, sementara yang dimaksud tidak menghargai suaminya selaku
kepala desa, akibat SM menaikkan berita aduan masyarakat setempat terkait
bantuan ternak sapi tidak tepat sasaran, dimana pada bulan mei tahun 2015 lalu,
bantuan ternak sapi sejumlah 10 ekor yang diperuntukkan masyarakat Desa
Tondowatu, Kec. Motui, Kabupaten Konawe Utara, Pak Anton selaku Kepala Desa
Tondowatu bukannya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat Tondowatu namun
memberikan kepada masyarakat diluar kabupaten konawe utara sehingga masyarakat
setempat hanya kebagian 5 ekor sapi ternak dari 10 ekor bantuan sapi ternak
yang diperuntukkan masyarakat setempat.
Dengan kejadian
tersebut sangat disayangkan apa yang dilakukan ibu Irawati selaku isteri
pejabat desa terkesan wartawan hidup dengan uang haram yang mungkin wartawan
tanpa kerja keras dan tidak mengeluarkan keringat dapat menghidupi keluarga,
olehnya itu dua hari setelah kejadian SM melaporkan perbuatan Irawati ke Kantor
Polsek Sawa dengan Surat Tanda Terima Pengaduan Nomor : STTP/10/V/2016/SEK SAWA
dan diterima langsung oleh penyidik Brigadir Pol. Suparno (Red.)

Post a Comment