teropongsultra.com Kendari, puluhan massa yang mengatas namakan koalisi rakyat anti korupsi sulawesi tenggara [ Kerak - Sultra ] gelar unjuk rasa sambil membakar ban bekas di perempatan MTQ jumat 24/6 2016.
dalam orasinya, dugaan indikasi korupsi pada bantuan sosial pendidikan kecakapan hidup [ PKH ] pendidikan kewirausahaan masyarakat [ PKM ] dan desa yang melibatkan Dinas pendidikan Provinsi Sultra harus di usut tuntas sampai ke,akar akarnya.
massa menilai bantuan tersebut di duga fiktif, dan tidak jelas rimbahnya sementara negara telah mengkucurkan dana puluhan miliar rupiah pada program tersebut.
sesuai dengan hasil audit Badan pengauditan keuangan republik indonesia [ BPK - RI ] di mana laporan kegiatan tidak kunjung di laporkan sesuai dengan surat kementrian pendidikan dan kebudayaan direktorat jenderal pendidikan anak usia dini ,non formal, dan informal tertanggal 18 maret 2015 Nomor : 233/B3/KS/2015 yang kemudian di beri waktu hingga 25 maret 2015.
di mana lembaga penerima bantuan sosil tersebut tersebar hampir di seluruh wilayah kabupaten se,sultra seperti kab.Muna , Kolaka , Konawe , Konsel , Wakatobi , Buton utara wawonii kepulauan , buton dan kabupaten lainya di provinsi sulawesi tenggara melalui program PKBM atau sejenisnya.
dalam tuntutanya massa, mendesak agar kepala dines pendidikan dan kebudayaan provinsi sulawesi tenggara, mengundurkan diri. meminta kepada polda sultra segera memanggil kadis pendidikan dan kebudayaan provinsi sultra. meminta ketua DPR provinsi sultra memanggil pihak - pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut, dan meminta kepada BPK - RI perwakilan sulawesi tenggara untuk segera mengaudit kadis pendidikan dan kebudayaan prov sultra.[ red/aldi ]

Post a Comment