Ketgam : Ketua DPRD Sultra, H. Abdul Rahman Saleh, SH.,M.Si saat menerima Massa Aksi HMI Cabang Kendari diruang rapat DPRD, Kamis (10/11).

teropongsultra.com - Kendari. Ratusan Kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (10/11/16) menggelar aksi digedung DPRD Prov. Sultra dan Kantor Polisian Daerah Sultra. Aksi protes ini dilakukan setelah menerima informasi Sekjend PB HMI dikangkap paksa oleh pihak kepolisian DKI Jakarta pada Senin 7 November 2016.

Ratusan Mahasiswa yang merupakan anggota HMI cabang Kendari menuntut pihak kopolisian untuk membebaskan Sekjend PB HMI dan Sejumlah kader HMI. Mereka menilai penangkapan dengan tuduhan terlibat dalam kericuhan pada aksi 4/11 merusak nama baik Amijaya Halim sekalu Simbol organisasi HMI, karena tuduhan tersebut tidak meliliki bukti yang kuat.

Koordinator lapangan (korlap) Akril Abdillah dalam orasinya menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya : Meminta kepada pihak kepolisian untuk segera membebaskan dan memulihkan nama baik Sekjen dan Kader HmI. Meminta polri untuk melalukan pengusutan secara menyeluruh terhadap oknum aparat kepolisian yang diduga melakukan provokasi terhadap massa sehingga terjadi bentrokan. Mendesak komisi 3 DPR RI agar mengawal dan mengamankan pernyataan Presiden RI.

Ketua DPRD Prov. Sultra, H. Abd. Rahman Saleh yang menemui massa aksi HMI Cabang kendari mengatakan sangat mengapresiasi gerakan tersebut dan berjanji akan segera meneruskan tuntutan massa aksi ke komisi III DPR RI, KOMPOLNAS dan KOMNASHAM untuk di tindak lanjuti sesuai dengan peraturan peruandang undangan yang berlaku.

"Selaku ketua DPRD sultra, saya sangat mengapresiasi aspirasi dari adik-adik HMI Cabang kendari. Apa yang menjadi tuntutan HMI Cabang Kendari akan segera kami tembuskan Ke Komisi III DPR RI, KOMPOLNAS dan KOMNASHAM untuk ditindaklanjuti sesuai UU yang berlalu" Ujarnya saat rapat dengar pendapat dengan massa aksi.
Ketgam : Surat Tembusan DPRD Sultra terkait demonstrasi HMI Cabang Kendari yang ditujukan kepada Komisi III DPR RI, KOMPOLNAS dan KOMNASHAM

Ketua Umum HMI Cabang Kendari Muhamad Ikram Pelesa saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya menyampaikan bahwa Aksi yang dilakukan HMI Cabang kendari adalah reaksi terhadap tindakan refresif yang dilakukan oleh aparat kepolisiaan saat melakukan tangkap paksa terhadap Sekjend PB HMI dan beberapa Kader.

"Aksi tersebut merupkan reaksi kami terhadap tindakan refresif yang dilakukan kepolisian saat melakukan tangkap paksa terhadap kakanda Amijaya Halim dan beberapa kader lainya disekretariat PB HMI" tegas Ikram sapaan Ketum Kendari. 

Ikram juga menambahkan bahwa, Kader HMI sangat koperatif dalam persoalan hukum ketika semuanya dilakukan sesuai tahapan-tahapannya.

"HMI sangat koperatif dalam persoalan hukum, buktinya ketum PB HMI  dan beberapa kader menghadiri surat panggilan dari kepolisian. Tindakan yang dilakukan kepolisian terhadap Sekjend PB HMI, itu cara-cara PKI saat menculik para jenderal ditahun 1965". Tuturnya (TIM/TS02)